Tips Dan Trik Meningkatkan Produktivitas Dan Kreativitas Dengan Aplikasi Serta Alat Bantu
Produktivitas dan kreativitas adalah dua hal yang sangat penting dalam dunia kerja maupun kehidupan pribadi.
Produktivitas adalah kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan efektif dan efisien, sedangkan kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru yang inovatif dan bermanfaat.
Namun, tidak selalu mudah untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, terutama di tengah tantangan dan distraksi yang ada di sekitar kita.
Oleh karena itu, kita perlu memanfaatkan aplikasi serta alat bantu yang dapat membantu kita meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
Aplikasi serta alat bantu ini dapat berupa software, hardware, maupun gadget yang dapat memudahkan kita dalam mengatur waktu, mengelola proyek, berkolaborasi dengan tim, berkomunikasi dengan klien, mengembangkan ide, membuat desain, menulis konten, dan sebagainya.
Berikut adalah beberapa tips dan trik meningkatkan produktivitas dan kreativitas dengan aplikasi serta alat bantu:
1. Gunakan Aplikasi Pengatur Waktu
Aplikasi pengatur waktu adalah aplikasi yang dapat membantu kita mengatur waktu dengan lebih baik. Aplikasi ini dapat memberikan kita reminder, alarm, timer, stopwatch, atau countdown untuk mengingatkan kita kapan harus mulai dan berhenti bekerja, istirahat, atau melakukan aktivitas lainnya. Aplikasi ini juga dapat membantu kita menerapkan metode-metode manajemen waktu seperti Pomodoro Technique, Time Blocking, atau Eisenhower Matrix.
Beberapa contoh aplikasi pengatur waktu yang populer adalah:
- Forest: Aplikasi ini dapat membantu kita fokus bekerja dengan cara menanam pohon virtual di layar smartphone kita. Setiap kali kita mulai bekerja, kita dapat memilih jenis pohon yang ingin kita tanam dan durasi waktu yang ingin kita gunakan. Selama waktu tersebut, kita tidak boleh keluar dari aplikasi atau menggunakan smartphone untuk hal lain. Jika kita berhasil fokus bekerja selama durasi waktu tersebut, pohon virtual kita akan tumbuh dengan baik. Namun, jika kita gagal fokus bekerja atau keluar dari aplikasi sebelum waktunya habis, pohon virtual kita akan mati. Selain itu, setiap kali kita berhasil menanam pohon virtual, kita juga akan mendapatkan koin virtual yang dapat digunakan untuk menanam pohon asli di dunia nyata melalui kerjasama Forest dengan organisasi lingkungan.
- Toggl: Aplikasi ini dapat membantu kita melacak waktu yang kita gunakan untuk setiap tugas atau proyek yang kita kerjakan. Aplikasi ini dapat merekam secara otomatis waktu mulai dan selesai setiap tugas atau proyek yang kita lakukan dengan cara mengklik tombol start dan stop di aplikasi. Aplikasi ini juga dapat memberikan laporan detail tentang waktu yang kita habiskan untuk setiap tugas atau proyek dalam bentuk grafik, tabel, atau kalender. Selain itu, aplikasi ini juga dapat terintegrasi dengan berbagai aplikasi lain seperti Google Calendar, Gmail, Slack, Asana, Trello, dan sebagainya.
- Focus Booster: Aplikasi ini dapat membantu kita menerapkan Pomodoro Technique dalam bekerja. Pomodoro Technique adalah metode manajemen waktu yang dibuat oleh Francesco Cirillo yang mengharuskan kita bekerja selama 25 menit tanpa gangguan (pomodoro) diikuti dengan istirahat selama 5 menit (break). Setelah empat pomodoro berturut-turut, kita dapat mengambil istirahat yang lebih panjang selama 15-30 menit. Aplikasi ini dapat memberikan kita timer yang sesuai dengan metode tersebut dan juga memberikan laporan tentang jumlah pomodoro dan break yang kita lakukan dalam sehari, minggu, atau bulan.
2. Gunakan Aplikasi Pengelola Proyek
Aplikasi pengelola proyek adalah aplikasi yang dapat membantu kita mengelola proyek yang kita kerjakan dengan lebih baik. Aplikasi ini dapat membantu kita membuat rencana proyek, menetapkan tujuan, menentukan deadline, menugaskan tugas, mengawasi kemajuan, memberikan feedback, dan sebagainya. Aplikasi ini juga dapat membantu kita berkolaborasi dengan tim, klien, atau stakeholder lainnya yang terlibat dalam proyek dengan cara berbagi file, komentar, notifikasi, atau chat.
Beberapa contoh aplikasi pengelola proyek yang populer adalah:
- Asana: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat rencana proyek dengan cara membuat daftar tugas, sub-tugas, milestone, atau timeline. Aplikasi ini juga dapat membantu kita menugaskan tugas kepada anggota tim, menetapkan deadline, memberikan prioritas, memberikan status, memberikan komentar, atau melampirkan file. Selain itu, aplikasi ini juga dapat memberikan laporan tentang kemajuan proyek dalam bentuk dashboard, grafik, atau kalender.
- Trello: Aplikasi ini dapat membantu kita mengelola proyek dengan cara menggunakan sistem papan (board), daftar (list), dan kartu (card). Setiap papan dapat merepresentasikan sebuah proyek, setiap daftar dapat merepresentasikan sebuah tahap atau kategori proyek, dan setiap kartu dapat merepresentasikan sebuah tugas atau aktivitas proyek. Aplikasi ini juga dapat membantu kita menugaskan kartu kepada anggota tim, menambahkan label, checklist, deadline, komentar, lampiran, atau emoji. Selain itu, aplikasi ini juga dapat terintegrasi dengan berbagai aplikasi lain seperti Google Drive, Dropbox, Slack, Evernote, dan sebagainya.
- Monday.com: Aplikasi ini dapat membantu kita mengelola proyek dengan cara menggunakan sistem papan (board) dan kolom (column). Setiap papan dapat merepresentasikan sebuah proyek atau tim, dan setiap kolom dapat merepresentasikan sebuah atribut atau informasi proyek seperti nama tugas, anggota tim, status, prioritas, deadline, waktu yang dibutuhkan, biaya, dan sebagainya. Aplikasi ini juga dapat membantu kita membuat alur kerja (workflow) yang sesuai dengan kebutuhan kita dengan cara memilih dari berbagai template yang tersedia atau membuat sendiri. Selain itu, aplikasi ini juga dapat memberikan laporan tentang kemajuan proyek dalam bentuk grafik atau tabel.
3. Gunakan Aplikasi Komunikasi
Aplikasi komunikasi adalah aplikasi yang dapat membantu kita berkomunikasi dengan tim, klien, atau stakeholder lainnya yang terlibat dalam proyek dengan lebih mudah dan efektif. Aplikasi ini dapat membantu kita melakukan panggilan suara (voice call), panggilan video (video call), pesan teks (text message), pesan suara (voice message), pesan gambar (image message), pesan video (video message), pesan dokumen (document message), atau pesan stiker (sticker message). Aplikasi ini juga dapat membantu kita membuat grup chat untuk berdiskusi dengan beberapa orang sekaligus atau melakukan konferensi online untuk melakukan presentasi atau rapat.
Beberapa contoh aplikasi komunikasi yang populer adalah:
- Slack: Aplikasi ini dapat membantu kita berkomunikasi dengan tim dengan cara menggunakan sistem saluran (channel) dan percakapan langsung (direct message). Setiap saluran dapat merepresentasikan sebuah topik atau tujuan komunikasi seperti umum (general), acak (random), pengumuman (announcement), bantuan (help), atau nama proyek. Aplikasi ini juga dapat membantu kita melakukanpanggilan suara atau video dengan anggota tim, berbagi file, komentar, atau emoji, dan juga terintegrasi dengan berbagai aplikasi lain seperti Google Drive, Dropbox, Asana, Trello, dan sebagainya.
- Zoom: Aplikasi ini dapat membantu kita melakukan konferensi online dengan tim, klien, atau stakeholder lainnya dengan cara menggunakan sistem ruang pertemuan (meeting room) dan ID pertemuan (meeting ID). Aplikasi ini juga dapat membantu kita melakukan panggilan suara atau video dengan kualitas tinggi, berbagi layar (screen share), berbagi papan tulis (whiteboard), berbagi file, komentar, atau emoji, dan juga membuat ruang istirahat (breakout room) untuk berdiskusi dalam kelompok kecil.
- WhatsApp: Aplikasi ini dapat membantu kita berkomunikasi dengan tim, klien, atau stakeholder lainnya dengan cara menggunakan sistem kontak (contact) dan nomor telepon (phone number). Aplikasi ini juga dapat membantu kita melakukan panggilan suara atau video, mengirim pesan teks, suara, gambar, video, dokumen, atau stiker, dan juga membuat grup chat untuk berdiskusi dengan beberapa orang sekaligus.
4. Gunakan Aplikasi Pengembang Ide
Aplikasi pengembang ide adalah aplikasi yang dapat membantu kita mengembangkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif untuk proyek yang kita kerjakan. Aplikasi ini dapat membantu kita mencari inspirasi, brainstorming, mind mapping, sketsa, prototipe, atau tes ide. Aplikasi ini juga dapat membantu kita mendapatkan feedback atau saran dari tim, klien, atau stakeholder lainnya yang terlibat dalam proyek.
Beberapa contoh aplikasi pengembang ide yang populer adalah:
- Pinterest: Aplikasi ini dapat membantu kita mencari inspirasi untuk proyek yang kita kerjakan dengan cara menampilkan berbagai gambar atau video yang berkaitan dengan topik atau kategori yang kita pilih. Aplikasi ini juga dapat membantu kita menyimpan gambar atau video yang kita sukai dalam bentuk papan (board) dan pin (pin), serta berbagi papan atau pin tersebut dengan tim, klien, atau stakeholder lainnya.
- Miro: Aplikasi ini dapat membantu kita melakukan brainstorming atau mind mapping untuk proyek yang kita kerjakan dengan cara menggunakan sistem papan (board) dan elemen visual (visual element). Setiap papan dapat merepresentasikan sebuah topik atau tujuan brainstorming atau mind mapping, dan setiap elemen visual dapat merepresentasikan sebuah ide, konsep, informasi, atau hubungan. Aplikasi ini juga dapat membantu kita melakukan kolaborasi dengan tim dalam proses brainstorming atau mind mapping dengan cara berbagi papan, komentar, chat, atau panggilan video.
- Figma: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat sketsa atau prototipe untuk proyek yang kita kerjakan dengan cara menggunakan sistem kanvas (canvas) dan alat desain (design tool). Setiap kanvas dapat merepresentasikan sebuah halaman atau tampilan proyek yang kita buat, dan setiap alat desain dapat membantu kita membuat bentuk, warna, teks, gambar, ikon, animasi, interaksi, atau transisi. Aplikasi ini juga dapat membantu kita melakukan kolaborasi dengan tim dalam proses sketsa atau prototipe dengan cara berbagi kanvas, komentar, chat, atau panggilan video.
5. Gunakan Aplikasi Pembuat Konten
Aplikasi pembuat konten adalah aplikasi yang dapat membantu kita membuat konten yang menarik dan berkualitas untuk proyek yang kita kerjakan. Aplikasi ini dapat membantu kita menulis teks, membuat gambar, membuat video, membuat audio, membuat infografis, membuat presentasi, atau membuat website. Aplikasi ini juga dapat membantu kita mengedit, memformat, atau mengoptimalkan konten yang kita buat sesuai dengan standar atau kebutuhan proyek.
Beberapa contoh aplikasi pembuat konten yang populer adalah:
- Grammarly: Aplikasi ini dapat membantu kita menulis teks dengan lebih baik dengan cara memeriksa dan memperbaiki kesalahan ejaan, tata bahasa, atau gaya penulisan. Aplikasi ini juga dapat membantu kita meningkatkan kualitas teks dengan cara memberikan saran tentang pilihan kata, struktur kalimat, nada suara, atau kohesi. Selain itu, aplikasi ini juga dapat terintegrasi dengan berbagai aplikasi lain seperti Google Docs, Gmail, WordPress, Medium, dan sebagainya.
- Canva: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat gambar dengan lebih mudah dan cepat dengan cara menggunakan sistem kanvas (canvas) dan alat desain (design tool). Setiap kanvas dapat merepresentasikan sebuah ukuran atau format gambar yang kita pilih, dan setiap alat desain dapat membantu kita membuat bentuk, warna, teks, gambar, ikon, filter, atau efek. Aplikasi ini juga dapat membantu kita memilih dari berbagai template yang tersedia untuk berbagai jenis gambar seperti logo, poster, banner, kartu nama, undangan, brosur, flyer, infografis, dan sebagainya.
- InVideo: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat video dengan lebih mudah dan cepat dengan cara menggunakan sistem timeline (timeline) dan alat edit (edit tool). Setiap timeline dapat merepresentasikan sebuah urutan atau alur video yang kita buat, dan setiap alat edit dapat membantu kita menambahkan klip video, klip audio, teks, gambar, ikon, transisi, atau efek. Aplikasi ini juga dapat membantu kita memilih dari berbagai template yang tersedia untuk berbagai jenis video seperti iklan, testimoni, tutorial, berita, cerita pendek, podcast, dan sebagainya.
- Audacity: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat audio dengan lebih mudah dan cepat dengan cara menggunakan sistem trek (track) dan alat edit (edit tool). Setiap trek dapat merepresentasikan sebuah sumber atau lapisan audio yang kita buat atau impor, dan setiap alat edit dapat membantu kita memotong, menggabungkan, menyesuaikan volume, menambahkan efek, atau mengubah format audio. Aplikasi ini juga dapat membantu kita merekam suara langsung dari mikrofon atau komputer.
- Piktochart: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat infografis dengan lebih mudah dan cepat dengan cara menggunakan sistem kanvas (canvas) dan alat desain (design tool). Setiap kanvas dapat merepresentasikan sebuah ukuran atau format infografis yang kita pilih,dan setiap alat desain dapat membantu kita membuat bentuk, warna, teks, gambar, ikon, grafik, atau peta. Aplikasi ini juga dapat membantu kita memilih dari berbagai template yang tersedia untuk berbagai jenis infografis seperti statistik, proses, perbandingan, kronologi, daftar, atau peta.
- Google Slides: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat presentasi dengan lebih mudah dan cepat dengan cara menggunakan sistem slide (slide) dan alat desain (design tool). Setiap slide dapat merepresentasikan sebuah halaman atau tampilan presentasi yang kita buat, dan setiap alat desain dapat membantu kita membuat bentuk, warna, teks, gambar, ikon, animasi, transisi, atau diagram. Aplikasi ini juga dapat membantu kita memilih dari berbagai template yang tersedia untuk berbagai jenis presentasi seperti bisnis, pendidikan, pemasaran, portofolio, atau cerita.
- Wix: Aplikasi ini dapat membantu kita membuat website dengan lebih mudah dan cepat dengan cara menggunakan sistem editor (editor) dan alat desain (design tool). Setiap editor dapat merepresentasikan sebuah halaman atau tampilan website yang kita buat, dan setiap alat desain dapat membantu kita membuat bentuk, warna, teks, gambar, ikon, menu, tombol, galeri, video, audio, formulir, atau blog. Aplikasi ini juga dapat membantu kita memilih dari berbagai template yang tersedia untuk berbagai jenis website seperti bisnis, portofolio, toko online, blog, atau acara.
Produktivitas dan kreativitas adalah dua hal yang sangat penting dalam dunia kerja maupun kehidupan pribadi. Namun, tidak selalu mudah untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas di tengah tantangan dan distraksi yang ada di sekitar kita. Oleh karena itu, kita perlu memanfaatkan aplikasi serta alat bantu yang dapat membantu kita meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
Aplikasi serta alat bantu yang dapat kita gunakan adalah:
- Aplikasi pengatur waktu: untuk mengatur waktu dengan lebih baik.
- Aplikasi pengelola proyek: untuk mengelola proyek dengan lebih baik.
- Aplikasi komunikasi: untuk berkomunikasi dengan lebih mudah dan efektif.
- Aplikasi pengembang ide: untuk mengembangkan ide-ide baru yang kreatif dan inovatif.
- Aplikasi pembuat konten: untuk membuat konten yang menarik dan berkualitas.
Dengan menggunakan aplikasi serta alat bantu ini, kita dapat meningkatkan produktivitas dan kreativitas dalam bekerja maupun berkarya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Terima kasih telah membaca.

Komentar
Posting Komentar